Makalah: MASYARAKAT PEDESAAN DAN
MASYARAKAT PERKOTAAN
ILMU SOSIAL DASAR
Dosen : JUNAEDI ABDILLAH
OLEH:
Risma Permatasari
17115744
Fakultas Sistem Informasi
Universitas Gundarma
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul "Masyarakat Pedesaan dan Masyrakat
Perkotaan". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam
mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Sistem Informasi.
Saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di Indonesia, pertumbuhan penduduk
semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta. Banyak
masyarakat desa mencari kehidupan yang lebih baik di perkotaan. Mereka berfikir
bahwa di perkotaan adalah sumber mata pencaharian terbesar dibandingkan di
pedesaan. Mereka juga menganggap bahwa kehidupan di kota lebih baik daripada di
desa. Namun, pada kenyataannya kehidupan di kota tidak sebaik yang mereka
bayangkan. Selain peningkatan jumlah penduduk, tingkat pengangguran di kota
juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laju urbanisasi di
kota-kota besar dan kurangnya lapangan pekerjaan. Penyebab ini mengakibatkan
harapannya di kota.
Untuk mengurangi tingkat
pengangguran di perkotaan, sebaiknya masyarakat pedesaan yang berharap
mendapatkan kehidupan yang lebih layak di kota lebih berfikir ulang untuk
melakukannya. Karena jika hal itu terjadi, bukan mereka saja yang akan
merasakan kekecewaan, masyarakat kota sendiripun akan terbebani karena
kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik terhambat. Selain
itu juga tingkat pengangguran akan semakin meningkat.
1.2
Rumusan Masalah
Mengulas
tentang Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1.
Pengertian masyarakat pedesaan
2.
Ciri masyarakat
pedesaan
3.
Pengertian masyarakat
perkotaan
4.
Ciri masyarakat
perkotaan
5.
Syarat-syarat menjadi
masyarakat
6.
Tipe masyarakat
7.
Hubungan antara desa
dan kota
8.
Hubungan antara
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
9.
Aspek positif dan negatif
1.4
TUJUAN PERMASALAHAN
1.
Untuk mengetahui pengertian
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
2.
Untuk mengetahui ciri masyarakat
pedesaan dan perkotaan
3.
Untuk mengetahui
syarat-syarat menjadi masyarakat
4.
Untuk mengetahui tipe masyarakat
5.
Untuk mengetahui hubungan desa dan
kota
6.
Untuk mengetahui hubungan antara
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
7.
Untuk mengetahui aspek positif dan
negatif
8.
Makalah ini ditulis untuk
memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan tugas Ilmu
Sosial Dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sejumlah manusia
yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai
suatu kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, Negara
semua adalah masyarakat. Dalam bahasa Inggris, masyarakat adalah society
yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa
kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial.
Berikut di bawah ini adalah beberapa
pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia:
- · Menurut Selo Sumardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
- Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
- Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi- pribadi yang merupakan anggotanya.
- Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
2.
Ciri masyarakat pedesaan
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari
pertanian. Pekerjaan-
pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang. - Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata
pencarian, agama, adat
istiadat dan sebagainya.
3.
Pengertian masyarakat perkotaan
Kota menurut definisi universal
adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan
ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara
etimologis) “kota”dalam bahasa lain
yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya
dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan
demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga
urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat
kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat
pedesaan.
4.
Ciri masyarakat perkotaan
- Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
- Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
5.
Syarat-syarat menjadi masyarakat
- Adanya dua orang atau lebih manusia dalam kelompok tersebut dan berada di tempat yang sama.
- Adanya kesadaran dari setiap anggotanya, bahwa mereka bagian dari satu kesatuan.
- Adanya proses interaksi yang cukup lama dimana hasil dari interaksi ini akan tercipta anggota baru yang bisa berkomunikasi serta mampu menciptakan aturan dari setiap anggotanya.
- Menciptakan sebuah kebudayaan dari hasil pemikiran bersama yang disepakati dan menjadi media penghubung dari setiap anggotanya.
6.
Tipe masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi
dalam:
1.
Masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan
lain-lain.
2.
Masyarakat merdeka, yang terbagi dalam
·
Masyarakat Nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan
sendirinya, misalnya gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah
atau keturunan, dan sebagainya.
·
Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena
kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian,
gereja, dan sebagainya.
7.
Hubungan antara Kota dan Desa
Masyarakat pedesaan dan perkotaan
adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat
hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling
membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya
akan bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga
merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu di kota.
- Bersifat ketergantungan
- Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
- Kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
- Kelompok para penganggur di desa
- Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
- Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
- Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
8.
Hubungan antara Pedesaan dan
Perkotaan
Masyarakat pedesaan dan perkotaan
bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam
keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat
ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung
dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras sayur
mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis
pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek perumahan.
Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Mereka ini biasanya adalah pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk
bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara
menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan
apa saja yang tersedia. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga
diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan
pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan
dan alat transportasi. Kota juga menyadiakan tenaga-tenaga yang melayani
bidang-bidang jasa.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi
secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota,
makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan
perdesaan.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah:
1. Urbanisasi
Dengan adanya hubungan masyarakat
desa dan kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka
timbulah masalah baru yakni; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya
penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan
proses terjadinya masyarakat perkotaan.
2.
Sebab-sebab Urbanisasi
a
Faktor-faktor yang mendorong
penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya:
1. Bertambahnya penduduk sehingga tidak
seimbang dengan persediaan lahan pertanian
2. Terdesaknya kerajinan rumah di desa
oleh produk industri modern.
3. Penduduk desa, terutama kaum muda,
merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu
cara hidup yang monoton.
4. Didesa tidak banyak kesempatan untuk
menambah ilmu pengetahuan.
5. Kegagalan panen yang disebabkan oleh
berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga
memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
b
Faktor-faktor yang ada dikota yang
menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota:
1. Penduduk desa kebanyakan beranggapan
bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
2. Di kota lebih banyak kesempatan
untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
3. Pendidikan terutama pendidikan
lanjutan, lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat.
4. Kota dianggap mempunyai tingkat
kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam
kultur manusianya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Masyarakat
dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan
tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan masyarakat
dalam arti sempit adalah sekelompo manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek
tertentu misalnya teritorial, bangsa, golongan dan seagainya.
Masyarakat
perkotaan adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya dan lebih
ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang
bereda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah
masyarakat yang kehidupannya masih dikuasai oleh adat istiadat lama. Adapun
ciri-ciri yang dapat membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa adalah
jumlah dan kepadatan prnduduk, lingkungan hidup , mata prncaharian, corak
kehidupan sosial, statifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interasi sosial,
solidaritas sosial dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi sosial,
Hubungan
antara masyarakat kota dan masyarakat desa, keduanya saling membutuhkan dan
saling ketergantugan. Masyarakat kota membutuhkan hasil produksi dari
masyarakat desa, seperti pangan. Begitupun masyarakat desa membutuhkan hasil
produksi dari kota, seperti minyak tanah, transportasi dan sebagainya.
Urbanisasi
merupakan proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota, sedangkan yang
dimaksud urbanisme adalah perilaku hidup atau cara hidup masyarakat di kota.
B.
SARAN
Demikianlah
tugas penyusunan makalah ini saya persembahkan. Harapan saya dengan adanya
tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama Islam
memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang
ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan
kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta
dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan
saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Para Dosen yang
telah membimbing saya dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila
ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, saya mohon maaf.
DAFTAR
PUSTAKA