Sabtu, 16 Januari 2016

Bab 7 Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan



Makalah: MASYARAKAT PEDESAAN DAN
MASYARAKAT PERKOTAAN
ILMU SOSIAL DASAR
Dosen : JUNAEDI ABDILLAH

                  






OLEH:
Risma Permatasari
17115744

Fakultas Sistem Informasi
Universitas Gundarma
2015





KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Masyarakat Pedesaan dan Masyrakat Perkotaan". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Sistem Informasi.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.



BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang

            Di Indonesia, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta. Banyak masyarakat desa mencari kehidupan yang lebih baik di perkotaan. Mereka berfikir bahwa di perkotaan adalah sumber mata pencaharian terbesar dibandingkan di pedesaan. Mereka juga menganggap bahwa kehidupan di kota lebih baik daripada di desa. Namun, pada kenyataannya kehidupan di kota tidak sebaik yang mereka bayangkan. Selain peningkatan jumlah penduduk, tingkat pengangguran di kota juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya laju urbanisasi di kota-kota besar dan kurangnya lapangan pekerjaan. Penyebab ini mengakibatkan harapannya di kota.
           Untuk mengurangi tingkat pengangguran di perkotaan, sebaiknya masyarakat pedesaan yang berharap mendapatkan kehidupan yang lebih layak di kota lebih berfikir ulang untuk melakukannya. Karena jika hal itu terjadi, bukan mereka saja yang akan merasakan kekecewaan, masyarakat kota sendiripun akan terbebani karena kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik terhambat. Selain itu juga tingkat pengangguran akan semakin meningkat.




1.2     Rumusan Masalah

Mengulas tentang Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1.      Pengertian masyarakat pedesaan
2.      Ciri masyarakat pedesaan
3.      Pengertian masyarakat perkotaan
4.      Ciri masyarakat perkotaan
5.      Syarat-syarat menjadi masyarakat
6.      Tipe masyarakat
7.      Hubungan antara desa dan kota
8.      Hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
9.      Aspek positif dan negatif



1.4          TUJUAN PERMASALAHAN
1.      Untuk mengetahui pengertian masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
2.      Untuk mengetahui ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan
3.      Untuk mengetahui syarat-syarat menjadi masyarakat
4.      Untuk mengetahui tipe masyarakat
5.      Untuk mengetahui hubungan desa dan kota
6.      Untuk mengetahui hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
7.      Untuk mengetahui aspek positif dan negatif
8.      Makalah ini ditulis untuk memenuhi  salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan tugas Ilmu Sosial Dasar.




BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai suatu kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat. Dalam bahasa Inggris, masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial.
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia:
  • ·    Menurut Selo Sumardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
  • Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
  • Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi- pribadi yang merupakan anggotanya.
  • Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
2.      Ciri masyarakat pedesaan
  • Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
  • Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian. Pekerjaan-
    pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.
  • Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat
    istiadat dan sebagainya.

3.      Pengertian masyarakat perkotaan

Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

4.      Ciri masyarakat perkotaan
  • Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  • Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
5.      Syarat-syarat menjadi masyarakat
  • Adanya dua orang atau lebih manusia dalam kelompok tersebut dan berada di tempat yang sama.
  • Adanya kesadaran dari setiap anggotanya, bahwa mereka bagian dari satu kesatuan.
  • Adanya proses interaksi yang cukup lama dimana hasil dari interaksi ini akan tercipta anggota baru yang bisa berkomunikasi serta mampu menciptakan aturan dari setiap anggotanya.
  • Menciptakan sebuah kebudayaan dari hasil pemikiran bersama yang disepakati dan menjadi media penghubung dari setiap anggotanya.

6.      Tipe masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam:

1.       Masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain.
2.       Masyarakat merdeka, yang terbagi dalam
·         Masyarakat Nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, misalnya gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah atau keturunan, dan sebagainya.
·         Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja, dan sebagainya.

7.      Hubungan antara Kota dan Desa

Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan seperti beras, sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu di kota.
  •          Bersifat ketergantungan
  •          Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
  •          Kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
  •          Kelompok para penganggur di desa
  •           Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
  •           Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
  •           Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan

8.      Hubungan antara Pedesaan dan Perkotaan

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyadiakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah:
1.       Urbanisasi
Dengan adanya hubungan masyarakat desa dan kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.

2.       Sebab-sebab Urbanisasi
     Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya:
1.      Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian
2.      Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
3.    Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
4.      Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
5.    Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
    Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota:
1.   Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
2.      Di kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
3.      Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat.
4.    Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompo manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu misalnya teritorial, bangsa, golongan dan seagainya.
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya dan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang bereda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih dikuasai oleh adat istiadat lama. Adapun ciri-ciri yang dapat membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa adalah jumlah dan kepadatan prnduduk, lingkungan hidup , mata prncaharian, corak kehidupan sosial, statifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interasi sosial, solidaritas sosial dan kedudukan dalam hierarki sistem administrasi sosial,
Hubungan antara masyarakat kota dan masyarakat desa, keduanya saling membutuhkan dan saling ketergantugan. Masyarakat kota membutuhkan hasil produksi dari masyarakat desa, seperti pangan. Begitupun masyarakat desa membutuhkan hasil produksi dari kota, seperti minyak tanah, transportasi dan sebagainya.
Urbanisasi merupakan proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota, sedangkan yang dimaksud urbanisme adalah perilaku hidup atau cara hidup masyarakat di kota.

B.  SARAN

Demikianlah tugas penyusunan makalah ini saya persembahkan. Harapan saya dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama Islam memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Para Dosen yang telah membimbing saya dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, saya mohon maaf.



DAFTAR PUSTAKA



http://makalahratih.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-pedesaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar